![]() |
| Presiden Rusia Vladimir Putin (Kiri) bersama Presiden Turki Erdogan (kanan) |
Pasca Penembakan, Putin tak menerima telepon Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan pernyataan bahwa Turki akan melakukan tindakan yang berbeda jika mereka mengetahui bahwa pesawat tempur yang telah melanggar batas wilayah udaranya tersebut merupakan pesawat tempur milik Rusia. Turki menembak jatuh Jet SU-24 milik Rusia itu setelah memberikan peringatan selama beberapa kali.
Lewat media setempat france 24 yang dilansir AFP, erdogan memberikan pernyataannya "Jika kami mengetahui bahwa pesawat SU-24 tersebut adalah milik Rusia, mungkin kami akan memperingatkannya dengan berbeda," ucap Erdogan, Jumat (27/11/2015).
Namun Erdogan tidak menjelaskan mengenai peringatan berbeda yang dimaksud. Pernyataan Erdogan disampaikan setelah militer Turki memberi pernyataan bahwa saat penembakan berlangsung pada Selasa (24/11) pihaknya belum mengetahui jika dua pesawat jenis Su-24 yang melanggar wilayah udaranya tersebut merupakan milik Rusia.
Erdogan mengungkapkan, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak merespon teleponnya pada Selasa (24/11) pasca penembakan terjadi. Insiden penembakan 2 pesawat tempur milik rusia ini akan mengganggu hubungan antara kedua negara tersebut.
"Saya menghubungi Putin, tetapi sampai saat ini putin tidak pernah menjawab telepon saya," ujarnya.
Dalam pernyataannya, militer Turki bertindak menembak pesawat rusia jenis SU-24 setelah mereka melanggar wilayah udara Turki dan mengacuhkan 10 kali peringatan dalam waktu 5 menit.
Namun di lain pihak, Rusia menyatakan bahwa tidak ada peringatan yang diberikan oleh pihak militer turki kepada pesawat mereka dan pihak Rusia juga menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran wilayah udara yang terjadi. Menangkis pernyataan Rusia, otoritas Turki merilis rekaman suara yang berisi peringatan kepada pesawat Su-24 tersebut. Unknown 12:30:00 Abang Punya Berita Jakarta, Indonesia
Putin tidak menerima telepon dari erdogan pasca penembakan pesawat SU-24
Posted by Abang Punya Berita on Friday, 27 November 2015
![]() |
| Logo Ghost Security Group |
Berhubungan dengan hebohnya berita pengumuman pemblokiran 900 akun twitter anggota kelompok mlitan ISIS yang dilakukan oleh kelompok peretas Anonymous, ada klaim baru yang datang dari kelompok peretas lainnya yang bernama Ghost Security Group (GSG) yang mengaku berkerjasama dengan pemerintah Amerika Serikat.
GSG mengklaim telah berhasil mematikan puluhan ribu akun Twitter yang berhubungan dengan kelompok militan ISIS sejak Januari 2015 silam. Pihak kelompok GSG juga mengungkapkan bahwa para anggota mereka menyamar masuk kedalam barisan calon anggota isis, seakan-akan mereka mengikuti proses perekrutan kelompok militan itu.
"Peran kami melebihi para badan intelijen," ungkap direktur eksekutif GSG yang menolak dicatat namanya, mengutip laporan kantor berita Reuters.
Perlu diketahui, GSG adalah organisasi yang sifatnya sukarela dan selama ini mereka memasok data kepada FBI dan badan intelijen lain melalui penasihat terorisme dari Kongres, Michael S. Smith II.
Menurut Smith, upaya penyusupan anggota GSG ke dalam proses perekrutan anggota ISIS memberikan informasi berguna bagi pemerintah Amerika Serikat. Aksi ini juga diklaim mendukung pengajuan blokir ke pihak Twitter.
Menurut para aktivis GSG, selama ini media sosial kerap digunakan sebagai alat propaganda oleh kelompok militan seperti ISIS, namun langkah paling mudah untuk memerangi kelompok militan tersebut juga sebenarnya terletak di peran mereka masing-masing.
![]() |
| Logo Twitter, Youtube dan Facebook |
Mereka mengatakan, mengajukan keluhan atau permintaan ke situs sosial media yang digunakan oleh para kelompok militan tersebut adalah jalan termudah untuk memerangi aksi terorisme itu sendiri. Selama setahun belakangan ini, situs-situs sosial media dinilai sudah sangat responsif dalam membantu menangani masalah terorisme, namun para raksasa teknologi ini memang enggan membeberkan rincian pemblokiran yang dilakukan.
Diketahui Facebook telah memblokir grup yang berkaitan dengan aksi terorisme di dalam situsnya. YouTube juga sudah menyingkirkan video yang mengandung kekerasan. Begitu juga dengan situs sosial media Twitter yang sudah membantu memblokir akun-akun yang berhubungan dengan aktivitas ISIS.
Unknown
19:11:00
Abang Punya Berita
Jakarta, IndonesiaDiketahui Facebook telah memblokir grup yang berkaitan dengan aksi terorisme di dalam situsnya. YouTube juga sudah menyingkirkan video yang mengandung kekerasan. Begitu juga dengan situs sosial media Twitter yang sudah membantu memblokir akun-akun yang berhubungan dengan aktivitas ISIS.
Selain Anonymous, GSG juga menyerang ISIS
Posted by Abang Punya Berita on Wednesday, 18 November 2015
![]() |
| Ancaman anonymous terhadap Isis |
Kelompok peretas Anonymous yang baru-baru ini mengancam melakukan penyerangan siber terhadap kelompok militan ISIS, kini telah membuktikan ancamannya.
Beberapa hari lalu, Anonymous mengancam ISIS dengan memberlakukan operasi terbesar sebagai bentuk perlawanan pasca tragedi bom di Paris. "Tunggu saja serangan siber yang masif. Kami menyatakan perang. Bersiaplah," ucap orang bertopeng di dalam video yang mereka unggah.Dilansir dari situs BGR, kelompok Anonymous baru saja merilis daftar 900 akun Twitter yang telah mereka blokir karena berhubungan dengan ISIS. Serangan tersebut dinilai penting sebab selama ini ISIS memang memanfaatkan media sosial seperti Twitter sebagai alat propaganda dan perekrutan anggota.
Secara fisik, pemblokiran akun Twitter ini mungkin tidak akan mampu meredam kekuatan kelompok militan ISIS, namun pemblokiran ini dianggap mampu mengacaukan metode perekrutan yang diterapkan ISIS.
Bagi Anonymous serangan di Paris itu tidak bisa dimaafkan. Mereka akan melacak keberadaan para simpatisan ISIS dengan melacak mulai dari alamat IP akun Twitter kelompok tersebut.
Lalu mereka juga akan mengubah alamat IP secara berkala dan menyarankan agar tidak berbicara dengan orang-orang yang tak dikenal melalui Telegram ataupun direct message di Twitter.
| Penyerangan Kantor redaksi Charlie Hebdo (Januari 2015) |
Ini bukanlah pertama kalinya Anonymous menyatakan perang dengan ISIS. Sebelumnya, pasca insiden penyerangan sekelompok orang bersenjata di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di Perancis, kelompok peretas ini juga menyatakan sikap yang sama.
Tragedi bom di Paris tak hanya menjadi duka bagi Negara Perancis, melainkan seluruh dunia. Pasalnya, 129 korban tewas dan 352 korban luka pada tragedi di enam titik ibu kota itu datang dari beragam belahan Bumi.
Para korban termasuk siswa, guru, jurnalis, arsitek, pengacara, atlet, hingga musisi, termasuk Nick Alexander asal Inggris, manajer bagian cendera mata band Eagles of Death Metal yang tengah manggung saat peristiwa itu terjadi.
Unknown
18:08:00
Abang Punya Berita
Jakarta, IndonesiaTragedi bom di Paris tak hanya menjadi duka bagi Negara Perancis, melainkan seluruh dunia. Pasalnya, 129 korban tewas dan 352 korban luka pada tragedi di enam titik ibu kota itu datang dari beragam belahan Bumi.
Para korban termasuk siswa, guru, jurnalis, arsitek, pengacara, atlet, hingga musisi, termasuk Nick Alexander asal Inggris, manajer bagian cendera mata band Eagles of Death Metal yang tengah manggung saat peristiwa itu terjadi.
![]() |
| Banjir Es yang melanda Arab Saudi |
Dalam sepekan terakhir ini
hujan deras dan angin kencang telah melanda wilayah Negara Arab Saudi dan ada sejarah baru yang tercetak bagi Negara tersebut karena untuk pertama kalinya dalam sejarah negara Arab saudi, lebih tepatnya kawasan saudi utara telah mengalami terjangan banjir es.Seorang pakar iklim Dr. Abd Al-Aziz Al-Rubaie memaparkan bahwa penurunan suhu di kawasan utara teluk persia telah terjadi sejak sepekan terakhir.
Catatan pada 30 Oktober lalu, cuaca Ekstrim di kawasan Teluk juga mengakibatkan korban tewas sebanyak 19 orang. Sedangkan di Arab Saudi, sebanyak enam orang tewas akibat cuaca ekstrim ini.
Berikut video rekaman banjir es yang menerjang wilayah Arab Saudi
Unknown 00:11:00 Abang Punya Berita Jakarta, Indonesia
Sejarah Baru ''Banjir Es Menerjang Wilayah Arab Saudi''
Posted by Abang Punya Berita on Tuesday, 3 November 2015
WELLINGTON – Pemerintah Selandia Baru telah merilis
empat desain akhir yang diajukan untuk mengganti lambang bendera
lamanya. Desain akhir untuk bendera baru Selandia Baru resmi
dipublikasikan pada upacara kenegaraan yang dilangsungkan di Kota
Wellington.
Peluncuran empat desain usulan untuk mengganti bendera negara itu diungkapkan Wakil Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Bill English, ketika berada di Museum Nasional Wellington.
Sebagaimana dilansir The Independent, Rabu (2/9/2015), tiga dari desain akhir tersebut menampilkan gambar berbentuk tanaman pakis berwarna abu-abu. Pakis diketahui sebagai tanaman terpopuler di Selandia Baru yang telah menjadi ikon negara selama lebih dari 160 tahun.
Sementara itu, desain akhir yang satu lagi berbentuk koru. Koru merupakan bentuk spiral yang mengingatkan warga Selandia Baru pada simbol penting dalam seni Maori.
Empat desain akhir untuk bendera baru Selandia Baru itu dipilih melalui proses penyaringan yang ketat. Awalnya terdapat 10.292 desain yang diusulkan. Namun, pemerintah telah menyeleksinya dan memilih empat desain tersebut.
http://news.okezone.com/read/2015/09/01/18/1206487/selandia-baru-siap-ganti-lambang-bendera
Peluncuran empat desain usulan untuk mengganti bendera negara itu diungkapkan Wakil Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Bill English, ketika berada di Museum Nasional Wellington.
Sebagaimana dilansir The Independent, Rabu (2/9/2015), tiga dari desain akhir tersebut menampilkan gambar berbentuk tanaman pakis berwarna abu-abu. Pakis diketahui sebagai tanaman terpopuler di Selandia Baru yang telah menjadi ikon negara selama lebih dari 160 tahun.
Sementara itu, desain akhir yang satu lagi berbentuk koru. Koru merupakan bentuk spiral yang mengingatkan warga Selandia Baru pada simbol penting dalam seni Maori.
Empat desain akhir untuk bendera baru Selandia Baru itu dipilih melalui proses penyaringan yang ketat. Awalnya terdapat 10.292 desain yang diusulkan. Namun, pemerintah telah menyeleksinya dan memilih empat desain tersebut.
http://news.okezone.com/read/2015/09/01/18/1206487/selandia-baru-siap-ganti-lambang-bendera







